1 2 3 4

Pengumuman Kelulusan Kelas XII T.P 2014/2015 SMA Negeri Plus Provinsi Riau


Setelah menghadapi Ujian Nasional yang diadakan pada tanggal 13 Mei - 15 Mei 2015 yang lalu. Kini, diinformasikan pada seluruh Siswa & Siswi Kelas XII TP 2014/2015 SMA Negeri Plus Provinsi Riau, setelah melalui Keputusan Rapat Majelis Guru SMAN Plus Propinsi Riau dengan mempedomani Permen Diknas Nomor: 5 Tahun 2015 dan BSNP Nomor: 0031/P/BSNP/11I/2015, menetapkan bahwa siswa SMAN Plus Propinsi Riau TP 2014/2015 yang dinyatakan LULUS/TAMAT dapat dilihat atau di download melalui link berikut ini:

Pelaksanaan Tes Tahap II Penerimaan Peserta Didik Baru 2015/2016


Untuk Pelaksanaan tes pada tahap kedua, ada banyak tahapan seleksi yang akan dilakukan oleh Calon Peserta Didik Baru yang lolos dari tahap sebelumnya. Diantaranya, Tes Fisik, Tes Kesehatan, Tes Psikotes, dan Tes Wawancara Bahasa Inggris. Untuk tes tahap kedua, semua tes tersebut akan dilaksanakan di kota Pekanbaru. Setelah semua tes sudah dilaksanakan, semua hasil tes akan dikelola oleh Dinas Pendidikan untuk kemudian dikirim ke Panitia PPDB SMA Negeri Plus Provinsi Riau untuk penentuan 100 orang Calon Peserta Didik Baru yang diterima untuk tahun ajaran 2015/2016.

 
Untuk jadwal dan tempat kegiatan Pelaksanaan Tes Tahap II Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2015/2016 SMA Negeri Plus Provinsi Riau dapat dilihat atau didownload pada link berikut:


Sekian Informasi yang bisa kami berikan kepada seluruh Calon Peserta Didik Baru 2015/2016 SMA Negeri Plus Provinsi Riau. Harap memaklumi dan mengikuti segala prosedur dan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi Riau.



Last Modified |  29 April 2015 | www.smanplus-propriau.sch.id

Menuntut Ilmu: Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Pratinjau


“Menuntut ilmu itu hukumnya wajib bagi setiap muslim, waktunya adalah dari buaian ibu (bayi), sampai masuk liang kubur” (Hadits Rasullulah SAW).

Dari bunyi hadits di atas, sangat jelas sekali perintahnya, bahwa dalam Islam menuntut ilmu hukumnya adalah wajib. Artinya adalah, jika dikerjakan dan dilaksanakan kita akan mendapat pahala dan jika diabaikan atau tidak dilaksanakan kita akan mendapat dosa. Jadi, kita sebagai seorang Muslim, marilah memanfaatkan kesempatan hidup yang diberikan oleh Allah SWT untuk menyegerakan menuntut ilmu yang benar. Benar dalam artian, sesuai dengan Alquran dan Hadits Shahih dari Rasullulah SAW agar kita memperoleh petunjuk dan kebenaran. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang muslim yang beruntung kelak jika kita mati. Hal ini dipertegas oleh sebuah kata pepatah bahwa kesempatan baik itu jarang sekali yang datang dua kali.

Waktu untuk menuntut ilmu ialah sejak manusia di lahirkan dan berakhir pada saat manusia meninggal dunia. Orang Barat menyebutnya “Long Life Education” (pendidikan seumur hidup). Orang yang menuntut ilmu akan diberikan pahala yang sangat besar, seperti sabda Rasullulah SAW yang terdapat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan lain-lain dari sahabat Abu Hurairah yang artinya: “Barangsiapa berjalan di suatu tempat guna menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”

Perintah menuntut ilmu tidak dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Hal ini terdapat dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

“Menuntut ilmu adalah fardhu bagi tiap-tiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan” (HR. Ibnu Abdulbari).

Dari hadist tersebut, kita memperoleh pengertian bahwa Islam mewajibkan pemeluknya agar menjadi orang yang berilmu, berpengetahuan, mengetahui segala kemashlahatan dan jalan kemanfaatan, menyelami hakikat alam, dapat meninjau dan menganalisis segala pengalaman yang didapati oleh umat yang lalu, baik yang berhubungan dangan ‘aqaid dan ibadat. Atau baik yang berhubungan dengan soal-soal keduniaan dan segala kebutuhan hidup. Hal yang paling di harapkan dari menuntut ilmu ialah terjadinya perubahan pada diri individu ke arah yang lebih baik yaitu perubahan tingkah laku, sikap dan perubahan aspek lain yang ada pada setiap individu. Maka dari pemaparan di atas, dapat simpulkan oleh penulis bahwa menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk merubah tingkah laku dan perilaku kearah yang lebih baik, karena pada dasarnya ilmu menunjukkan jalan menuju kebenaran dan meninggalkan kebodohan.

Dalam pandangan Islam, menuntut ilmu dianggap sangat penting. Alasannya, karena belajar dalam Islam bertujuan agar kita dapat ilmu untuk hidup di dunia dan memperoleh bekal untuk di akhirat. Hal-hal penting tentang ilmu yang harus kita pelajari nantinya akan berpengaruh dan Insya Allah dapat menjadi pegangan kita selama hidup di dunia yaitu dengan ilmu kita dapat mencari nafkah untuk kebutuhan hidup. 

Ilmu yang kita peroleh dapat disimbolkan sebagai bunga-bunga ibadah. Maksudnya, kita harus memahami untuk apa kita hidup di dunia ini. Allah menciptakan makhluknya hanya untuk beriman dan bertakwa kepada-Nya. Jadi, semua hal di dunia yang telah dan akan kita lakukan, semua ditujukan hanya pada Allah. Cara-caranya adalah dengan senantiasa melakukan perbuatan baik. Apa itu perbuatan baik? Perbuatan baik yaitu semua pikiran, perkataan dan tingkah laku yang berniat baik, dan dilakukan dengan sikap-sikap terpuji untuk menciptakan kedamaian dan keindahan dalam hidup. 

Dengan ilmu yang baik akan mencerminkan akhlah mulia. Maksudnya, bahwa ilmu mengandung tatanan-tatanan yang sistematis dan mampu membentuk karakter seseorang. Seperti apa ilmu yang dimiliki seseorang maka seperti itulah kira-kira cerminan akhlaknya. Insan muslim yang berilmu pasti akan memperlihatkan bentuk tingkah laku dan perkataan yang dapat diterima oleh akal sehat dan mencerminkan kesopanan serta pribadi yang baik. Misalnya, dalam bersikap disiplin, rajin, ramah, sopan, penyayang, suka menolong. Hal-hal tersebut merupakan sikap seorang yang memiliki akhlak baik dan berilmu. Kita sebagai umat muslim harus senantiasa meningkatkan ilmu yang kita miliki dan mengembangkannya untuk masa depan. Dengan demikian, kaum muslim dapat memberi contoh akhlak yang baik bagi semua umat manusia di muka bumi ini.

Ilmu merupakan cahaya kehidupan bagi umat manusia. Dengan ilmu, kehidupan di dunia terasa lebih indah, yang susah akan terasa mudah, yang kasar akan terasa lebih halus. Dalam menjalankan ibadah kepada Allah, harus dengan ilmu pula. Sebab beribadah tanpa didasarkan ilmu yang benar adalah sisa-sia belaka. Oleh karena itu, dengan mengamalkan ilmu di jalan Allah SWT merupakan ladang amal (pahala) dalam kehidupan dan dapat memudahkan seseorang untuk masuk ke dalam surga Allah SWT. Dia sangat mencintai orang-orang yang berilmu, sehingga orang yang berilmu yang didasarkan atas iman akan diangkat derajatnya, sebagaimana firman-Nya yang artinya:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Q.S. Al-Mujadalah: 11).

Kebahagian di dunia dan akhirat akan dapat diraih dengan syarat memiliki ilmu yang dimanfaatkan. Manfaat ilmu pengetahun bagi kehidupan manusia, antara lain: Pertama, ilmu merupakan cahaya kehidupan dalam kegelapan, yang akan membimbimg manusia kepada jalan yang benar. Kedua, orang yang berilmu dijanjikan Allah akan ditinggikan derajatnya menjadi orang yang mulia beserta orang-orang yang beriman. Ketiga, ilmu dapat membantu manusia untuk meningkatkan taraf hidup menuju kesejahteraan, baik rohani maupun jasmani. Terakhir, keempat, ilmu merupakan alat untuk membuka rahasia alam, rahasia kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Hal yang dijelaskan di atas, diperkuat oleh hadits nabi, yakni:

“Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia, maka ia harus memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kehidupan akhirat maka itupun harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka itupun harus dengan ilmu” (HR. Thabrani).

Di dalam menuntut ilmu, seseorang perlu menggunakan cara-cara yang efektif dan efisien sehingga setelah menuntut ilmunya nanti, ilmunya barokah, bermanfaat untuk dirinya, keluarganya, dan masyarakat pada umumnya. Ada beberapa adab yang perlu diperhatikan dan dilakukan oleh para penuntut ilmu, antara lain seperti: ikhlas karena Allah SWT, dalam keadaan suci, berakhlak mulia, meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat, meminta pertolongan Allah SWT, istiqomah, dan sabar.

Akhirnya, penulis mengharapkan kita bersama untuk marilah kita senantiasa menuntut ilmu yang bermanfaat dan mengajarkan ilmu kepada orang lain sebagai sedekah. Moga kita termasuk golongan orang-orang yang selalu mendekatkan diri dalam beribadah dan bertakwa kepada Allah SWT. Amin, ya Robbal Alamin. ***


Pratinjau